Universitas Haluoleo (Unhol) didirikan pada tahun
1964 sebagai perguruan tinggi swasta filial dari Universitas Hasanuddin
Makassar. Setelah tujuh belas tahun berselang, Universitas Haluoleo
diresmikan sebagai perguruan tinggi negeri pertama di Sulawesi Tenggara
oleh Dirjen Pendidikan Tinggi; Prof. Dr. Doddy Tisnaamidjaja mewakili
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang masa itu dijabat oleh Prof. Dr.
Nugroho Notosusanto pada tangggal 19 Agustus 1981 sebagai perguruan
tinggi negeri ke 42 di Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden
Republik Indonesia Nomor 37 tahun 1981 yang terdiri dari:
- Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
- Fakultas Ekonomi
- Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
- Fakultas Pertanian.
- Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
- Fakultas Ekonomi
- Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
- Fakultas Pertanian.
Ketika diresmikan, Universitas
Haluoleo menempati kampus Kemaraya yang arealnya hanya seluas 7 Ha.
Kondisi kampus yang relatif sempit ini mengharuskan para pendiri untuk
mencari kampus alternatif sekaligus sebagai perluasan daya tampung`dan
mengantisipasi pertambahan fakultas. Seiring dengan itu, kepercayaan
masyarakat pun semakin besar terhadap Universitas Haluoleo, kendati
hanya didukung oleh 17 orang tenaga dosen tetap.
Setelah dua tahun diresmikan, dimulailah
pembangunan kampus Hijau Bumi Tridharma Anduonohu yang menempati areal
250 Ha, yang ketika itu berada di pinggiran Kota Kendari, berjarak 14
kilometer dari pelabuhan laut Teluk Kendari. Setelah perluasan Kota
Kendari, kampus Anduonohu saat ini berada di jantung kota. Bersamaan
dengan itu, Senat Universitas Haluoleo menyhetujui singkatan
Universitas Haluoleo berubah menjadi UNHALU.
Pembangunan kampus yang relatif luas ini
membutuhkan waktu sekitar sepuluh tahun untuk merampungkan gedung
perkulihan dan gedung perkantoran serta fasiltas penunjang lainnya.
Menandai rampungnya pembangunan kampus Anduonoho ini, Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan, Bapak Prof. Dr. Ing. Wardiman Djojonegoro
pada tanggal 4 April 1994 melakukan penandatanganan prasasti peresmian.
Menjelang penyelesaian pembangunan
Kampus Anduonohu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menutup
pengoperasian Sekolah Pendidikan Guru (SPG) dan Sekolah Guru Olahraga
(SGO), sehingga semua fasilitas berikut tenaga pengajar dan karyawannya
dialihkan ke Universitas Haluoleo. Sejak saat itu Universitas Haluoleo
memiliki dua kampus perkuliahan utama, yakni; Kampus Kemaraya dan
Kampus Anduonohu, ditambah dua kampus pendukung perkuliahan bekas SPG
dengan luas areal 4 ha dan 3 ha bekas SGO.
Sebagai Perguruan Tinggi terkemuka di
jazirah tenggara Pulau Sulawesi, Universitas Haluoleo secara aktif
memberi sumbangan pemikiran dalam rangka pengembangan 1528 desa, 67
kecamatan, 4 kabupaten, 2 Kotamadya dan 1 Kota Administratif yang ada
di wilayah ini. Termasuk pertumbuhan penduduk Sulawesi Tenggara yang
mencapai 2,72% per tahun, jauh di atas pertumbuhan rata-rata penduduk
nasional yakni; 1,92. Saat ini penduduk Sulawesi Tenggara berjumlah
1,72 juta jiwa yang sebagian besar bermukim di pedesaan.
Kata “Haluoleo” diambil dari nama salah
seorang raja pada Kerajaan Konawe yang hidup sekitar abad tujuh belas.
Haluoleo selain dikenal sebagai pemimpin yang bijak, diyakini pula
sebagai ksatria yang tak kenal menyerah dan gigih membela tumpah
darahnya. Secara harfiah Haluoleo berarti delapan hari dalam bahasa
Tolaki – bahasa penduduk asli Kerajaan Konawe yang mendiami Kendari.
Sumber : http://www.unhalu.ac.id/id/media.php?menu=ttgunhalu&submenu=sejarah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar